Bihun Goreng

Karena aku pemegang rekor resep tak pernah sama (alias masak sekenanya, seadanya bahan dan bumbu), jadi penulisan resep kadang hanya sekedar meal diary atau ngabsen bumbu, bukan petunjuk seolah prosedur di lab. Bihun goreng ini termasuk makanan kesukaan, apalagi kalau dapat besek dari hajatan. Beuh!

Berhubung sudah jarang kondangan dan resepsi zaman sekarang rada jarang pakai bihun, buncis kelapa, sambel goreng ati, cuss lah kita buat aja.

Harusnya sih pakai bihun biasa, lebih enak, tapi adanya bihun jagung. Ya udah. Biasanya ga pake kecap, tadi iseng dan penasaran, gelontorlah si kecap dari botolnya. 

Biasanya ngulek bumbu sendiri: bawang putih, bawang merah,lada putih, sedikit merica. Tadi malasssss jadilah yang nyemplung: bawang putih bubuk, lada putih bubuk, saus tiram. 

Tambah iris-iris daun bawang dan sawi sisa masak indomie. (Padahal biasanya berlimpah sayur, selain sawi plus irisan kol tipis dan seledri). Sreng-sreng…

Ayam Kuah Kridosono

image

Ayam kuah? Sop?
Iya, bedanya cuma ayamnya digoreng tepung dulu, baru dipotong-potong dan disiram kuah sup. Kuah supnya lebih enak dari sup ayam pak – (sensor) yang banyak cabangnya itu.

Porsinya ngenyangin! Nasi putih cuma dua ribu seporsi ngenyangin. 😁

Selain di Kridosono, sajian ini juga menjadi jagoan warung “Starbaks” di daerah Glagahsari, dan beberapa warung nasi seputaran Janturan.

Model masakan ayam goreng tepung lalu dibumbui ini sebetulnya lumayan jamak di Jogja. Ada starbaks juga di jalan Babaran. Lalu ada beberapa lagi di sekitar jalan Janturan dan Glagahsari.