Homemade Tortilla

Sudah berapa lama tidak ke Riau Junction, dan belum ada tanda-tanda rezeki ke Bandung dalam waktu dekat. Akhirnya, cari-cari resep tortilla di internet dan merangkum poin-poin bahan dan tahapannya untuk dicoba sendiri.

Bahan:

-200gr terigu serbaguna

-30ml minyak goreng

-100ml air hangat

-1/2 sdt baking powder

-1/2 sdt garam

Tahap Pembuatan:

1. Aduk semua bahan kering hingga rata.

2. Masukkan minyak dan air, aduk rata. Tidak perlu diuleni hingga seperti membuat roti. Biarkan adonan agak basah (jangan ditambah tepung lagi) tapi cukup kalis.

3. Bagi adonan menjadi dua, bagi lagi masing-masing menjadi dua atau tiga bagian sama besar, dan seterusnya hingga mendapat ukuran yang sesuai. Karena saya hanya punya pan dadar kecil, jadi dari satu resep ini saya bagi jadi 12 lembar.

4. Siapkan penggiling adonan, alas bersih, serta serbet bersih lembap (untuk menutup adonan agar tidak kering).

4. Taburi permukaan alas dan penggiling dengan terigu tipis. Mulai menggiling hingga ketebalan yang diinginkan.

 

5. Panggang satu-persatu dalam pan dengan api kecil (tidak perlu menggunakan minyak). Begitu sudah terlihat gelembung-gelembung berwarna putih, balik sisi satunya. Angkat tortilla saat sisi satunya sudah menghasilkan gelembung-gelembung yang sama. Jangan menunggu kecoklatan ya, nanti jadinya terlalu kering.

Jika ingin membekukan tortilla ini, jangan lupa beri sisipan kertas minyak di antara lembarannya agar tidak merekat satu sama lain, baru ditumpuk, dan dimasukkan ke dalam boks tertutup/ dibungkus plastik. Barulah siap masuk freezer.

Pao 

Nyetok pao beku lagi nih…

Kali ini nyoba resep yang nemplok di kotak raginya (tak persis, tentu saja, haha). Kalau isiannya mengarang bebas, seadanya persediaan bahan di dapur.

Bahan:

1000 gr tepung terigu cakra
500 ml air
100 gr shortening
250 gr gula halus
1 bungkus ragi instan GS

Isian

Aku pakai dua jenis isian, satu rasa coklat (coklat blok aja diiris-iris, aku pakai coklat baker’s mart, lebih enak dari colatta rasanya). Sebagian lagi kuisi adonan susu. Bahannya sbb:

250 gr kentang, direbus, haluskan
100 ml susu putih
2 sdm gula pasir
75 gr keju cheddar parut
Cara Pembuatan 

1. Campur bahan kering (terigu, ragi, gula halus) hingga rata.

2. Masukkan air perlahan sambil diaduk menggunakan spatula hingga bercampur rata.

3. Masukkan shortening. Aduk hingga kalis.

4. Bulatkan, istirahatkan selama ±20 menit. Tutup dengan serbet bersih lembab.

5. Sambil menunggu, kita buat isiannya: Rebus susu dengan api kecil. Masukkan keju parut dan gula pasir, aduk terus hingga bercampur (jika ingin larut, lebih baik menggunakan creamcheese). Terakhir masukkan kentang halus. Aduk terus hingga mengental dan meletup-letup. Angkat. Dinginkan.

6. Siapkan kukusan. Rebus air dan bungkus tutup panci dengan serbet bersih agar uap air tidak menetes ke dalam panci.

7. Bagi adonan menjadi 30 bagian (untuk ukuran bakpao matang ± sekepalan tangan). Aku gunakan spatula untuk memotong adonan.

8. Ambil tiap potong, bulatkan berjejer. Lalu beri isian kira-kira 1 sdm. Tarik sisa adonan ke arah bawah agar permukaannya bulat rapi. Beri alas potongan kertas roti.

9. Kukus ±10 menit. Beri jarak sekeliling min.½ diameter pao

Lalu setelah matang bisa langsung dimakan, sisanya simpan di kulkas. Kukus dulu jika akan dimakan.

P.S. Kalau dibanding resep dari mbak Astri Nugraha (yang dulu pernah aku coba di postingan Bakpau Setengah), yang ini kurang empuk. Jadinya lebih mirip tekstur bakpao di pasar, agak-agak kenyal gitu. 

Bihun Goreng

Karena aku pemegang rekor resep tak pernah sama (alias masak sekenanya, seadanya bahan dan bumbu), jadi penulisan resep kadang hanya sekedar meal diary atau ngabsen bumbu, bukan petunjuk seolah prosedur di lab. Bihun goreng ini termasuk makanan kesukaan, apalagi kalau dapat besek dari hajatan. Beuh!

Berhubung sudah jarang kondangan dan resepsi zaman sekarang rada jarang pakai bihun, buncis kelapa, sambel goreng ati, cuss lah kita buat aja.

Harusnya sih pakai bihun biasa, lebih enak, tapi adanya bihun jagung. Ya udah. Biasanya ga pake kecap, tadi iseng dan penasaran, gelontorlah si kecap dari botolnya. 

Biasanya ngulek bumbu sendiri: bawang putih, bawang merah,lada putih, sedikit merica. Tadi malasssss jadilah yang nyemplung: bawang putih bubuk, lada putih bubuk, saus tiram. 

Tambah iris-iris daun bawang dan sawi sisa masak indomie. (Padahal biasanya berlimpah sayur, selain sawi plus irisan kol tipis dan seledri). Sreng-sreng…

Mie Titi (2)

image

Sejak jajan mie titi tempo hari di foodcourt kerfur, beberapa kali coba buat sendiri di rumah. Jarang karena printilannya lumayan banyak sih, ya ayam, udang juga, bakso lah… Tapi seringnya jadi tanpa anggota lengkap: udang yang hampir selalu absen.

Selain itu yang bikin males juga goreng mie nya yang harus jebur-jebur di minyak biar kriuk dan gak jemek. Akhirnya kalau buat lagi, gorengnya sekalian agak banyak, jadi nyetok mie kriuknya, begitu.

Sore tadi, berhubung isi kulkas sudah tidak banyak menyisakan kelapangan memasak (bahan sedikit dan sedihnya ada yang rusak karena empat hari ini tidak masak), pilihan jatuh pada pangan non nasi (selalu sedia mie dan pasta sih untungnya).

Jadi yang tersisa a.l.: irisan sawi putih, kol, seledri+daun bawang, wortel beku, ayam beku, kaldu beku. Masih mungkin buat mie kuah sop, tapi akhirnya jatuh pada mie titi biar ada kesan ngemil di kriuknya.

Karena ketersediaan bahan yang variatif setiap kali memasak, makanan di dapur kost tidak punya standar, tapi berpegang pada konsep makanannya saja. Misal, untuk mie titi konsepnya adalah mie yang digoreng kering lalu disiram kuah bening (agak kental sih enaknya) plus sayuran. Karena ini masakan dengan pengaruh chinese food, jadi rasanya gurih-gurih enteng gitu.
Panjang amat ya sekedar mau bilang kalo gak bisa ngulang rasa masakan yang sama, hahah.

However, aku bukan eksperimentalis, jadi jiwa sainsnya cukup berhenti dalam konsep yang abstrak. #ngopidulu #bukancoke

image

Bukan lotek jogja

image
Bumbu lotek: kacang tanah sangrai, garam, gula aren, rawit, air sedikit, potongan kentang rebus, setetes cuka kawung kalo ada

image

Ga pake kencur, itu mah mau bikin karedok.
Bawangnya digoreng, biar ga bau.
Ga pake mie, iyalah lotek namanya juga.
Ga pake tomat, euuu… da bukan soto atuh.
Ga pake bakwan, ih mau ngemil mah cocol aja ke sambel suuk, jangan nyemplung lotek.
Ga pake wortel juga da biasana kumpulan warna butek lotek mah, jiga sayur kaleutakan, tapi diletakan. Haha..!
Ga pake bayar, enya da nyieun sorangan. Ngulek sorangan, cangkeul karasa ku sorangan.

Hanjakalna…
Kurang nangka ngora, engkol, jeung kangkungna. Jadi kurang rame ku daun nu pabeulit.

Oseng Nyumbang

image

Tahu magelangnya sumbangan, togenya juga, ya gitulah salah satu rezeki anak kost, haha.

Ceritanya cuma geprek bawang putih, oseng, cemplungin 4sdm cabe hijau giling, si jagoan saus tiram 😋, lalu menyusul tahu, kasihair dikit, sreng sreng cesssss, baru masukin tokoh utama si togenya, hahah…
Dah, mau makan dulu, masih kaget habis gempa, butuh recovery segera 😝