Bihun Goreng

Karena aku pemegang rekor resep tak pernah sama (alias masak sekenanya, seadanya bahan dan bumbu), jadi penulisan resep kadang hanya sekedar meal diary atau ngabsen bumbu, bukan petunjuk seolah prosedur di lab. Bihun goreng ini termasuk makanan kesukaan, apalagi kalau dapat besek dari hajatan. Beuh!

Berhubung sudah jarang kondangan dan resepsi zaman sekarang rada jarang pakai bihun, buncis kelapa, sambel goreng ati, cuss lah kita buat aja.

Harusnya sih pakai bihun biasa, lebih enak, tapi adanya bihun jagung. Ya udah. Biasanya ga pake kecap, tadi iseng dan penasaran, gelontorlah si kecap dari botolnya. 

Biasanya ngulek bumbu sendiri: bawang putih, bawang merah,lada putih, sedikit merica. Tadi malasssss jadilah yang nyemplung: bawang putih bubuk, lada putih bubuk, saus tiram. 

Tambah iris-iris daun bawang dan sawi sisa masak indomie. (Padahal biasanya berlimpah sayur, selain sawi plus irisan kol tipis dan seledri). Sreng-sreng…

Mie Titi (2)

image

Sejak jajan mie titi tempo hari di foodcourt kerfur, beberapa kali coba buat sendiri di rumah. Jarang karena printilannya lumayan banyak sih, ya ayam, udang juga, bakso lah… Tapi seringnya jadi tanpa anggota lengkap: udang yang hampir selalu absen.

Selain itu yang bikin males juga goreng mie nya yang harus jebur-jebur di minyak biar kriuk dan gak jemek. Akhirnya kalau buat lagi, gorengnya sekalian agak banyak, jadi nyetok mie kriuknya, begitu.

Sore tadi, berhubung isi kulkas sudah tidak banyak menyisakan kelapangan memasak (bahan sedikit dan sedihnya ada yang rusak karena empat hari ini tidak masak), pilihan jatuh pada pangan non nasi (selalu sedia mie dan pasta sih untungnya).

Jadi yang tersisa a.l.: irisan sawi putih, kol, seledri+daun bawang, wortel beku, ayam beku, kaldu beku. Masih mungkin buat mie kuah sop, tapi akhirnya jatuh pada mie titi biar ada kesan ngemil di kriuknya.

Karena ketersediaan bahan yang variatif setiap kali memasak, makanan di dapur kost tidak punya standar, tapi berpegang pada konsep makanannya saja. Misal, untuk mie titi konsepnya adalah mie yang digoreng kering lalu disiram kuah bening (agak kental sih enaknya) plus sayuran. Karena ini masakan dengan pengaruh chinese food, jadi rasanya gurih-gurih enteng gitu.
Panjang amat ya sekedar mau bilang kalo gak bisa ngulang rasa masakan yang sama, hahah.

However, aku bukan eksperimentalis, jadi jiwa sainsnya cukup berhenti dalam konsep yang abstrak. #ngopidulu #bukancoke

image

JAMU GINGGANG

image

Warung jamu ini sudah cukup terkenal di yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan beberapa media nasional pernah meliputnya hingga tak menutup kemungkinan terdapat kalangan tertentu yang mengenal dan menyukainya di sejumlah daerah di luar DIY dan sekitarnya.

Warung jamu ini dirintis oleh seorang abdi dalem Pakualaman setelah mendapat izin untuk meracik jamunya untuk masyaraka umum. Tak heran, posisinya pun tidak jauh dari komplek kraton Pakualaman.

image

Jenis jamu yang ditawarkan bermacam-macam. Mulai dari yang biasa kita kenal seperti beras kencur, kunir asem, paitan, hingga ada jamu untuk kondisi khusus seperti jamu masuk angin atau jamu uyup-uyup untuk ibu menyusui. Masih banyak lagi yang lain seperti jamu sawan tahun, sehat putri, dan sebagainya.

Rasanya tentu lebih enak dibanding dengan jamu yang dijual bakul keliling. Misalnya kunir asem yang menjadi favoritku, rasanya unik dan jelas bukan hanya campuran kunyit, asem, dan gula, tapi ada campuran bahan lain yang membuat rasanya lebih pekat, apalagi bila ditambah es batu dan diminum saat cuaca panas, segarnya. Satu lagi yang cukup sering kuminum adalah jamu masuk angin. Rasanya hangat dan menyegarkan, membuat perut terasa lebih nyaman.

Mengenai harga, jelas lebih mahal dari bakul jamu biasa, tapi sebanding dengan kualitasnya. Misalnya segelas jamu kunir asem dapat kita nikmati dengan harga di bawah sepuluh ribu rupiah.

image

Selain jamu yang enak dan menyegarkan, warung ini juga menawarkan situasi yang menarik untuk dinikmati. Interiornya didesain untuk menghadirkan suasana zaman dulu; menggunakan set kursi lama; memajang sejumlah sangkar burung kosong, dakonan, dan beberapa detail lain yang menjadikan tempat ini cukup nyaman dijadikan tempat bersantai sejenak sambil menikmati jamu.

image

Tidak hanya dapat dinikmati di tempat, jamu yang dipesan pun dapat dibungkus untuk dibawa pulang. Bahkan, selain jamu yang siap minum, disediakan juga beberapa jenis jamu yang telah dikeringkan. Ada yang instan, siap dinikmati setelah diseduh, juga ada jamu godog yang perlu proses direbus dulu.