Kopi Jawa Bikin Kecanduan Orang Eropa | Historia

Oleh: HENDI JO

JIKA berkunjung ke Cianjur, anda akan menemukan tempat bernama Salakopi (ada juga yang bilang Selakopi). Kawasan yang masuk wilayah kota ini termasuk salah satu pusat keramaian. Ada mal besar dan kafe-kafe yang setiap harinya dipenuhi muda-mudi. “Salakopi memang tempat yang nyaman buat kongkow-kongkowsambil ngopi,” ujar Adam (31), anak muda Cianjur.

Namun, tak banyak orang Cianjur tahu mengapa tempat tersebut bernama Salakopi. Seorang sepuh bernama Ohim (74) yang agak paham cikal bakal nama itu. 


baca selengkapnya…

http://historia.id/modern/kopi-jawa-bikin-kecanduan-orang-eropa

Es Buah Suronatan

image

Es buah ini langgananku sejak kost di Suronatan. Tempat mangkalnya di depan warnet Bariklana, sekitar gedung Mu’allimat. Dengan harga yang sangat terjangkau (hingga tulisan ini dibuat harganya Rp 5000 perporsi), dapat dinikmati semangkuk besar es buah yang menyegarkan. Komposisi buahnya banyak, mulai dari alpukat, nangka, melon, kelapa muda, sawo, ditambah nata de coco, tape, cendol putih, dan serutan es batu. Gulanya dapat dipilih, ada sirup merah atau sirup gula jawa. Aku paling suka sirup gula jawa. Karena porsinya yang sangat banyak, kadang aku hanya menambahkan dua kerat roti, hingga es ini terhitung sebagai makan siang yang mengenyangkan dan menyegarkan.

JAMU GINGGANG

image

Warung jamu ini sudah cukup terkenal di yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan beberapa media nasional pernah meliputnya hingga tak menutup kemungkinan terdapat kalangan tertentu yang mengenal dan menyukainya di sejumlah daerah di luar DIY dan sekitarnya.

Warung jamu ini dirintis oleh seorang abdi dalem Pakualaman setelah mendapat izin untuk meracik jamunya untuk masyaraka umum. Tak heran, posisinya pun tidak jauh dari komplek kraton Pakualaman.

image

Jenis jamu yang ditawarkan bermacam-macam. Mulai dari yang biasa kita kenal seperti beras kencur, kunir asem, paitan, hingga ada jamu untuk kondisi khusus seperti jamu masuk angin atau jamu uyup-uyup untuk ibu menyusui. Masih banyak lagi yang lain seperti jamu sawan tahun, sehat putri, dan sebagainya.

Rasanya tentu lebih enak dibanding dengan jamu yang dijual bakul keliling. Misalnya kunir asem yang menjadi favoritku, rasanya unik dan jelas bukan hanya campuran kunyit, asem, dan gula, tapi ada campuran bahan lain yang membuat rasanya lebih pekat, apalagi bila ditambah es batu dan diminum saat cuaca panas, segarnya. Satu lagi yang cukup sering kuminum adalah jamu masuk angin. Rasanya hangat dan menyegarkan, membuat perut terasa lebih nyaman.

Mengenai harga, jelas lebih mahal dari bakul jamu biasa, tapi sebanding dengan kualitasnya. Misalnya segelas jamu kunir asem dapat kita nikmati dengan harga di bawah sepuluh ribu rupiah.

image

Selain jamu yang enak dan menyegarkan, warung ini juga menawarkan situasi yang menarik untuk dinikmati. Interiornya didesain untuk menghadirkan suasana zaman dulu; menggunakan set kursi lama; memajang sejumlah sangkar burung kosong, dakonan, dan beberapa detail lain yang menjadikan tempat ini cukup nyaman dijadikan tempat bersantai sejenak sambil menikmati jamu.

image

Tidak hanya dapat dinikmati di tempat, jamu yang dipesan pun dapat dibungkus untuk dibawa pulang. Bahkan, selain jamu yang siap minum, disediakan juga beberapa jenis jamu yang telah dikeringkan. Ada yang instan, siap dinikmati setelah diseduh, juga ada jamu godog yang perlu proses direbus dulu.