Mie Titi (2)


image

Sejak jajan mie titi tempo hari di foodcourt kerfur, beberapa kali coba buat sendiri di rumah. Jarang karena printilannya lumayan banyak sih, ya ayam, udang juga, bakso lah… Tapi seringnya jadi tanpa anggota lengkap: udang yang hampir selalu absen.

Selain itu yang bikin males juga goreng mie nya yang harus jebur-jebur di minyak biar kriuk dan gak jemek. Akhirnya kalau buat lagi, gorengnya sekalian agak banyak, jadi nyetok mie kriuknya, begitu.

Sore tadi, berhubung isi kulkas sudah tidak banyak menyisakan kelapangan memasak (bahan sedikit dan sedihnya ada yang rusak karena empat hari ini tidak masak), pilihan jatuh pada pangan non nasi (selalu sedia mie dan pasta sih untungnya).

Jadi yang tersisa a.l.: irisan sawi putih, kol, seledri+daun bawang, wortel beku, ayam beku, kaldu beku. Masih mungkin buat mie kuah sop, tapi akhirnya jatuh pada mie titi biar ada kesan ngemil di kriuknya.

Karena ketersediaan bahan yang variatif setiap kali memasak, makanan di dapur kost tidak punya standar, tapi berpegang pada konsep makanannya saja. Misal, untuk mie titi konsepnya adalah mie yang digoreng kering lalu disiram kuah bening (agak kental sih enaknya) plus sayuran. Karena ini masakan dengan pengaruh chinese food, jadi rasanya gurih-gurih enteng gitu.
Panjang amat ya sekedar mau bilang kalo gak bisa ngulang rasa masakan yang sama, hahah.

However, aku bukan eksperimentalis, jadi jiwa sainsnya cukup berhenti dalam konsep yang abstrak. #ngopidulu #bukancoke

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s