Ada udang di balik kere


Sttt… Ini strategi.

image
Beberapa ekor udang jerbung

Jadi harusnya disimak baik-baik. Dulu waktu awal ngekost sekitar tahun 2004 (alamak jadi gw udah ngekost lebih kurang 10 tahun!!! Ya, begitulah), sempet beli udang. Tapi karena ga ada kulkas jadi waktu itu bikin kulkas darurat berbekal box plastik (sekarang malah gampang cari ice box sterofoam) yang di dalamnya kususun es batu dan garam ganduan (agak berbentuk balok) baru kusimpan udang segar yang terbungkus plastik di tengahnya lalu kukelilingi lagi dengan garam dan es batu. Nah, sore sore pulang kuliah, udang-udang itu mesti segera dimasak, tak mungkin disimpan lagi. Tapi karena udang itu mahal biasanya aku masak yang agak awet, maksudnya agar bisa dimakan beberapa kali tanpa harus memanaskan berulang-ulang, haha. Kalau tidak salah waktu itu kubuat balado dan peyek udang. Kalau salah tidak apa-apa.

Garing banget sih tulisan lu ini. Woy mau ngomong apa? Geje. Hah, baiklah. Intinya buat yang berprinsip ngirit bukan berarti tak nikmat, lu mesti punya strategi buat menjalankan idealisme itu. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada seoptimal mungkin, ditambah mengefisienkan bahan. Misal yang terbaru kucoba, modal udang kurang dari seons tapi bisa buat tomyam, siomay, bakwan kena udang, haha, dan masih ada sisa buat dicemplung-cemplungin ke tumisan.

image
Beli sekitar 9 ekor udang ternyata udah dapet gocengan, lumayan.

Jangan lupa kalauau disimpan, di freezer saja.Sudah deh itu dulu. Resep menyusul segera, iA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s