Featured

baca ini dulu…

Dapur kost-an bertujuan untuk menyajikan resep-resep sederhana yang dapat dicoba oleh para kost-ers. Sesuai dengan maksud tersebut, sebisa mungkin akan disesuaikan dengan keterbatasan yang ada di dunia kost-ers, misalnya keterbatasan perlengkapan memasak, juga sempitnya waktu memasak, dll. Kalau pun motivasinya berbeda, apakah karena hobi, pembiasaan diri, atau tuntutan ekonomi, tak menjadi masalah, hehehe. Di sini kita bisa berbagi resep, teknik memasak, tips dan trik memasak, menyimpan makanan, memilih bahan makanan, mengatur gizi dan nutrisi seimbang walau dalam kondisi terbatas, berbelanja bahan makanan, serta mengatur uang belanja.

Jadi standarnya, untuk setiap resep seharusnya tercantum pula keterangan nutrisi, padu padan menu sederhana, biaya belanjaan, dan waktu memasak serta tips2 lain. namun karena banyak keterbatasan, yah, begitulah, mahasiswa, sok sibuk, hehe. jadinya masih banyak yang tidak sesuai standar yang saya tetapkan sendiri. Atau belum ada, ya? hehehe.

Featured

Optimalisasi Rice Cooker

Anak kost tak semuanya beruntung memiliki dapur di kostan. Jadi seringkali sulit untuk memasak karena keterbatasan tersebut. Tetapi, rata-rata rice cooker tersedia di kamar kost. Biasanya –sesuai namanya—digunakan untuk memasak nasi, kadang-kadang untuk merebus mie.

Sebetulnya sayang sekali kalau rice cooker hanya digunakan minimalis seperti itu. Memang sekarang ada rice cooker lebih canggih yang memiliki pengatur untuk membuat bubur dan lain sebagainya.Dalam  artikel ini saya akan memaparkan beberapa masakan yang dapat dimasak dengan rice cooker, sekedar untuk mengoptimalkan penggunaan magic jar ini.

Continue reading “Optimalisasi Rice Cooker”

Sambel Goreng Ampela

Berhubung gak terlalu suka ati tapi doyan ampela jadi cuss diganti aja ya. Ceritanya gegara ada yang kangen makan-makan ala kondangan, jadi untuk menghibur duka lara mari kita masak seadanya yang rada nyerempet-nyerempet sana.

Yang perlu disiapkan: 

◾kentang (3 aja ukuran sedang, kira2 total 300-400 gr, lah); 

◾ampela 5 biji; 

◾bumbu halus:  1.bawang merah dan bawang putih, lupa tadi segimana, kira2 aja; 2.  lengkuas bubuk 1 sdm; 3. kemiri 2 butir; 4. cabe merah keriting 10 buah –> semua diblender

◾jahe 2 cm diparut; 

◾garam ½ sdt; 

◾penyedap sukarela aja; 

◾sereh sebatang disimpul; 

◾ bunga lawang dua keping 

◾gula pasir secukupnya

◾santan encer kira-kira 150 ml;

◾minyak goreng untuk menggoreng kentang, ampela, dan menumis

Setelah semua siap, kita mulai prosesnya:

  1. Iris-iris ampela lalu campur dengan jahe parut, sisihkan.
  2. Kupas kentang ➡cuci➡iris dadu➡goreng agak kering➡sisihkan.
  3. Goreng ampela dengan minyak sisa menggoreng kentang hingga matang (tidak kering). Tiriskan, buang minyaknya (yang juga mengandung lemak dari ampela, dengan cara ini ampela tidak bau amis).
  4. Tumis bumbu halus dengan minyak goreng baru. Masukkan bunga lawang, sereh, masak hingga wangi.
  5. Masukkan ampela, masak hingga menyerap bumbu. Jika perlu tambah air sesekali.
  6. Lalu tuangkan santan perlahan sambil diaduk.
  7. Setelah mendidih dan agak menyusut, masukkan kentang goreng. Masukkan juga garam dan gula pasir. Masak hingga kering (atau masih berkuah jika lebih suka begitu). 

Bihun Goreng

Karena aku pemegang rekor resep tak pernah sama (alias masak sekenanya, seadanya bahan dan bumbu), jadi penulisan resep kadang hanya sekedar meal diary atau ngabsen bumbu, bukan petunjuk seolah prosedur di lab. Bihun goreng ini termasuk makanan kesukaan, apalagi kalau dapat besek dari hajatan. Beuh!

Berhubung sudah jarang kondangan dan resepsi zaman sekarang rada jarang pakai bihun, buncis kelapa, sambel goreng ati, cuss lah kita buat aja.

Harusnya sih pakai bihun biasa, lebih enak, tapi adanya bihun jagung. Ya udah. Biasanya ga pake kecap, tadi iseng dan penasaran, gelontorlah si kecap dari botolnya. 

Biasanya ngulek bumbu sendiri: bawang putih, bawang merah,lada putih, sedikit merica. Tadi malasssss jadilah yang nyemplung: bawang putih bubuk, lada putih bubuk, saus tiram. 

Tambah iris-iris daun bawang dan sawi sisa masak indomie. (Padahal biasanya berlimpah sayur, selain sawi plus irisan kol tipis dan seledri). Sreng-sreng…

A warm surprise

Saya malas makan lagi setelah pas hari ied porsi makannya…, subhanallah :roll:. Hari ini tidak masak nasi. Brunch semangkuk bakso. Siangan lagi makan goreng ulen dan bebeye. Apa itu ulen? Ulen atau uli atau jadah kalo di jawa, dibuat dari nasi ketan yang ditumbuk dg parutan kelapa yang telah dikukus. Nah, tradisi Sunda, ulen biasanya dimakan langsung dengan peuyeum ketan (tape uli bagi orang betawi), atau digoreng dulu.

image
Sisi kiri adalah goreng ulen, sisi kanan sepiring bebeye

Nah, bebeye, yang posisinya di kanan dalam foto di atas merupakan masakan daur ulang. Pas lebaran kemarin saya masak opor dan bihun, lalu ada sambal goreng kentang. Tadi pagi, sisa makanan kemarin itu saya campur dan ditumis, diaduk-aduk. Kenapa disebut bebeye, karena memang diaduk sampai nampak beye (lembek). Padahal ya ga benyek juga sih, karena lebih enak ditumis sampai kering, dan agak mengerak.

Lalu, sorenya sudah berencana tidak makan lagi, meski lapar, heu… Padahal besok sudah harus sahur lagi tapi masih malas masak nasi. Eh, tiba-tiba tetangga mengetuk pintu dan mengantar sepiring pisang rebus! Alhamdulillah, tsumma alhamdulillah…

image